Minggu, 06 Februari 2011

10.000 Lontar Kuno Akan Didigitalisasi

Bali kini sedang berupaya melakukan penyelamatan karya-karya sastra dan budaya yang tertuang dalam lontar melalui proses digitalisasi. Tercatat 10.000 lontar kuno akan didigitalisasi pada tahun ini.

Dimana 10.000 lontar yang digitalisasi tersebut sebagian besar isinya berupa cerita Ramayana, Usadha (teknik pengobatan) dan filsafat kehidupan.

Dalam proses digitalisasi ini pemerintah provinsi Bali menggandeng guru besar dari Wesleyan university Prof. Ron Jenkins. Kepala Dinas Kebudayaan Bali Ketut Suastika pada keterangannya di Renon, Kamis (13/1) mengungkapkan upaya digitalisasi ini juga merupakan upaya untuk memperkenalkan karya-karya sastra Bali ke dunia internasional.

”Sehingga nanti pengetahuan yang tersimpan itu bisa terpublikasi, sehingga bisa dimanfaatkan secara baik. Dengan adanya digital tujuannya hanya untuk mengamankan karena lontar yang ditulis diatas daun lontar kan ketahanannya ada batasan tertentu,' jelasnya.

Suastika menyatakan proses digitalisasi ini menurut rencana juga disertai dengan penterjemahan dalam 3 bahasa yaitu Bali, Indonesia dan Inggris. Selain itu hasil digitalisasi dan terjemahan akan ditampilkan dalam versi online.

0 komentar: